penanganan QC

Posted: Desember 7, 2010 in Uncategorized

Analisa Mikrobiologi
Analisa mikrobiologi merupakan analisa baik bahan baku (air) maupun bahan kemas terhadap mikroorganisme patogen yang bersifat racun dan apabila dibiarkan berada dalam produk dapat memberi pengaruh buruk untuk kesehatan tubuh.Analisa mikrobiologi meliputi :
a.    Analisa TPC ( Total Plate Count )
Analisa ini merupakan analisa kuantitatif , yaitu menghitung jumlah koloni yang tumbuh. Media yang digunakan adalah Nutrient Agar Broth (NAB). Sample yamg diujikan antara lain wadah kosong, air pembilas, kualitas udara, dan produk jadi.
Pada air baku ( BT ), botol kosong, botol kosomg gallon, cup kosong, air pembilas, riser botol, rinser gallon, recycle water, dan produk jadi. Metode yang digunakan adalah metode tuang langsung. Sedangkan pada cap gallon, cap screw, dan lid menggunakan metode swab test. Pada analisa kualitas udara tidak menggunakan metode tuang maupun metode swab test, melainkan metode dengan meletakkan media yang sudah terdapat pada petridish dan diletakkan pada ruang filling dengan petridish terbuka.
Untuk sample yang berupa produk jadi botol dan gallon harus didiamkan selama 2 hari sebelum dilakukan analisa, dengan tujuan menghilangkan ozon. Apabila masih terdapat ozon, maka mikroba tidak dapat tumbuh.
Untuk sample Air Baku ( BT ) dan produk jadi dilakukan analisa TPC harian. Begitu juga pada wadah kosong, air pembilas, dan kualitas udara. Adapun yang analisa TPC mingguan ( produk setelah 5 hari ) yang dilakukan hanya pada produk jadi, sebab puncaknya mikroba akan tumbuh pesat pada waktu setelah 5 hari. Masa inkubasi untuk analisa ini adalah 24 jam.
b.    Analisa Coliform  ( E.Coli )
Analisa Coliform merupakan analisa kuantitatif yaitu dengan indikasi jika hasil analisa positif maka ditandai dengan bintik merah hati pada media dan bernilai negatif bila tidak terdapat bintik merah hati. Media yang digunakan adalah Violet Red Blue ( VRB ), dengan metode yang digunakan adalah metode filtrasi dengan sample yang diujikan adalah Air Baku, produk jadi dan air pembilas. Analisa ini dilakukan setiap hari sedangkan pada kualitas ruangan dilakukan anlisa E.Coli 1 minggu sekali tanpa metode filtrasi melainkan media dengan keadaan terbuka. Tujuan analisa E.Coli adalah untuk mengetahui ada tidaknya E.Coli  pada air. Dimana bakteri E.Coli penyebab penyakit diare. Masa inkubasi adalah 24 jam.
c.    Analisa Pseudomonas aeroginosa ( PA )
Analisa merupakan analisa kuantitatif, jika positif maka ditandai dengan koloni berwarna hijau-kebiruan pada membran, bernilai negatif jika ditandai warna pada membran. Media yang digunakan adalah Cetrimite Agar Base ( CAB ). Metode yang digunakan adalah metode filtrasi dengan sample yang diujikan adalah produk jadi botol, gallon, cup. Analisa ini dilakukan seminggu sekali. Masa inkubasi analisa ani adalah 24 jam.
d.    Analisa Salmonella
Analisa  Salmonella merupakan analisa kuantitatif , jika hasil analisa positif maka ditandai dengan bintik hitam yang menyerupai mata ikan pada membran. Media yang digunakan adalah Bismuth Sulfit Agar ( BSA ). Metode yang digunakan adalah metode filtrasi dengan titik sample produk jadi tidaknya bakteri Salmonella yang dapat mengganggu saluran pencernaan. Masa inkubasi untuk analisa ini adalah 3x24jam.
e.    Analisa Yeast dan Mold ( YM )
Analisa YM merupakan analisa kuantitatif dengan menghitung jumlah koloni yang tumbuh. Media yang digunakan adalah Potato Dextro Agar (PDA). Metode yang digunakan adalah metode filtrasi dengan sample yang diujikan adalah produk jadi (botol,cup dan gallon) dan wadah kosong (botol kosong, botol gallon kosong dan cup kosong), sedangkan pada cap gallon, cap srew, dan lid dari ruang filling dilakukan dengan metode swab test. Untuk kualitas udara ruangan dengan membiarkan media diruangan dengan terbuka. Masa inkubasi analisa ini adalah 2×24 jam.

QUALITY CONTROL Luar/Line

QC luar mempunyai peranan penting sebagai pengontrol mulai dari bahan, proses produksi hingga menjada produk dalam kemasan. QC luar juga mempunyai wewenang menghentikan produksi apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada hasil produksi yang tidak sesuai dengan standart mutu yang telah ditentukan. Hal ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan sesuai standart dan dapat diterima oleh konsumen.

Analisa Water Treatment
Air yang diperoleh dari sumur akan disalurkan melalui pipa ke dalam sebuah tangki penampung yang disebut Raw Water Tank. Dari penampung akan dilakukan penyaringan, kemudian melalui proses ozonisai dan ditampung kembali pada Buffer Tank. Pada tiap-tiap proses, akan mengalami perubahan-perubahan fisika maupun kimia, selain dilikukan analisa mikro, juga dilakukan analisa fisika kimia. Analisa ini bertujuan untuk mempertahankan mutu bahan/air baku dan mengetahui penyimpangan-penyimpanganyang terjadi sehingga dapat segera diketahui.

Uji Bau,Rasa, Warna
Pengujian bau, rasa dan warna dilakukan secara organoleptis yaitu dengan panca indera, anatara lain indera pembau, indera perasa (pengecap) dan indera penglihatan. Pengujian ini dilakukan tiap 1 jam sekali pada tiap shift. Tujuannya bila terdapat penyimpangan dapat segera diketahui dan produksi dapat segera dihentikan, sehingga tidak banyak produk yang terbuang sia-sia

Turbidity
Turbidity adalah uji kekeruhan dengan satuan NTU (nepeople turbidity unit). Alat yang dligunakan adalah turbiditimeter. Alat ini bekerja berdasarkan pancaran cahaya yang dapat ditembus dalam media air.

Test pH ( Keasaman )
Air yang normal mempunyai pH netral, atau antara 6,5-8,5 untuk standar AMDK. Bila pH air kurang atau berlebih maka perlu dilakukan penetralan. Pengujian pH menggunakan pH meter. Pengujian dilakukan tiap awal shift dan setelah 3 jam sekali.

Conductivity Dan TDS ( Total Dissolve Solid )
Conductivity merupakan pengujian untuk mengetahui kemampuan air menghantarkan listrik. Dalam air terdapat ion-ion yang dapat menghantarkan listrik, maksimal jumlah ion yang ada dalam air adalah 300 ms.

Sedimentasi
Merupakan pengujian untuk mengetahui ada tidaknya kotoran dalam air. Kotoran tersebut berupa serat, kerikil, tanah, lumpur, akar-akar tanaman. Analisa sedimen meliputi rinse water, buffer tank dan produk. Analisa menggunakan filter holder yang digerakan dengan motor listrik, yang kotoranya akan ditampung oleh membran filter.

Test ozon
Ozon yang telah dicampurkan ke air harus ditentukan jumlahnya, sebelum dialirkan kepipa ruang filling. Ozon yang dicampurkan pada air bila terlalu banyak akan menjadi racun atau meracuni produk dan menimbulkan rasa yang pahit pada produk. Ozon yang terlalu besar juga akan menggangu kerja dari operator mesin, walaupun sudah memakai kelengkapan kerja, ozon masih dapat terhirup.

Uji Nitrit ( NO2 )
Nitrit (NO2) merupakan suatu senyawa yang dapat mencemari dari produk bila tercampur dengan bahan. Uji nitrit merupakan pengujian untuk mengetahui cemaran ( mikroorganisme ).

Uji Iron ( Fe )
Merupakan pengujian untuk mengetahui kadar Fe dalam air, dengan satuan ppm. Metode pengujianya adalah colourimeter. Reagenn yang dipakai adalah Fe-AN. Frekuensi pengujianya adalah sehari sekali.

Uji Tekan
Uji tekan merupakan pengujian untuk mengetahui daya lekat Lid pada bibir cup. Pengujianya menggunakan pressure electric yang bekerja secara otomatis.

Drop Test
Merupakan uji ketahanan pada produk cup terhadap tenaga mekanis, seperti benturan.

Menghitung konsentrsi detergent
% detergent = ( N HCl x V titrasi ) x 100 %
Frekuensi pengujian tiap 2 jam sekali.

 

ANALISA KEMASAN ( QC KEMASAN )

Analisa kemasan merupakan analisa yang dilakukan terhadap benda-benda yang digunakan sebagai wadah atau kemasan. Kemasan dibagi menjadi 2 yaitu kemasan primer dan kemasan sekunder. Kemasan primer adalah kemasan yang kontak langsung dengan bahan baku, meliputi botol, cup, lid, cap screw, botol 5 gallon 19 liter, cap botol 5 gallon. Kemasan sekunder adalah kemasan yang tidak kontak langsung dengan bahan baku, meliputi karton ( box ), label, dan seal.

Cleaning dan Sanitasi ( QC Sanitasi )
Cleaning dan sanitasi merupakan suatu tindakan atau usaha untuk meminimalis pertumbuhan mikroba dalam ruang filling dan alat produksi sehingga ruang dan alat tetap terjaga kebesihannya dan kesterilannya. Peralatan yang digunakan untuk cleaning dan sanitasi adalah sikat plastik, sikat logam, kertas gosok halus, timba plastik, lap kain, sikat kecil, ( sikat gigi ). Bahan kimia yang digunakan adalah horolith, XY-12, vortex, asepto, teepol, drathon 16. Cleaning dan sanitasi dilakukan oleh crew Qc sanitasi dengan menggunakan peralatan lengkap yaitu masker, tutup kepala ( hairnet ), sepatu karet dan sarung tangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s