1.TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

Tehnik dan Teknologi Pengawetan pada Makanan

Untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan beberapa teknik baik yang menggunakan teknologi tinggi maupun teknologi yang sederhana. Caranya pun beragam dengan berbagai tingkat kesulitan, namun inti dari pengawetan makanan adalah suatu upaya untuk menahan laju pertumbuhan mikro organisme pada makanan. Berikut adalah beberapa teknik standar yang telah dikenal secara umum oleh masyarakat luas dunia.

1. Pendinginan
Teknik ini adalah teknik yang paling terkenal karena sering digunakan oleh masyarakat umum di desa dan di kota. Konsep dan teori dari sistem pendinginan adalah memasukkan makanan pada tempat atau ruangan yang bersuhu sangat rendah. Untuk mendinginkan makanan atau minuman bisa dengan memasukkannya ke dalam kulkas atau lemari es atau bisa juga dengan menaruh di wadah yang berisi es..

2. Pengasapan
Cara pengasapan adalah dengan menaruh makanan dalam kotak yang kemudian diasapi dari bawah.
Teknik pengasapan sebenarnya tidak membuat makanan menjadi awet dalam jangka waktu yang lama, karena diperlukan perpaduan dengan teknik pengasinan dan pengeringan.

3. Pengalengan
Sistem yang satu ini memasukkan makanan ke dalam kaleng alumunium atau bahan logam lainnya, lalu diberi zat kimia sebagai pengawet seperti garam, asam, gula dan sebagainya. Bahan yang dikalengkan biasanya sayur-sayuran, daging, ikan, buah-buahan, susu, kopi, dan banyak lagi macamnya. Tehnik pengalengan termasuk paduan teknik kimiawi dan fisika. Teknik kimia yaitu dengan memberi zat pengawet, sedangkan fisika karena dikalengi dalam ruang hampa udara.

4. Pengeringan
Mikro organisme menyukai tempat yang lembab atau basah mengandung air. Jadi teknik pengeringan membuat makanan menjadi kering dengan kadar air serendah mungkin dengan cara dijemur, dioven, dipanaskan, dan sebagainya. Semakin banyak kadar air pada makanan, maka akan menjadi mudah proses pembusukan makanan.

5. Pemanisan
Pemanisan makanan yaitu dengan menaruh atau meletakkan makanan pada medium yang mengandung gula dengan kadar konsentrasi sebesar 40% untuk menurunkan kadar mikroorganisme. Jika dicelup pada konsenstrasi 70% maka dapat mencegah kerusakan makanan. Contoh makanan yang dimaniskan adalah seperti manisan buah, susu, jeli, agar-agar, dan lain sebagainya.

6. Pengasinan
Cara yang terakhir ini dengan menggunakan bahan NaCl atau yang kita kenal sebagai garam dapur untuk mengawetkan makanan. Tehnik ini disebut juga dengan sebutan penggaraman. Garam dapur memiliki sifat yang menghambat perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme perusak atau pembusuk makanan. Contohnya seperti ikan asin yang merupakan paduan antara pengasinan dengan pengeringan.

2.ZAT PERASA (PEMANIS)

Zat pemanis berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman. Zat pemanis dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

Zat pemanis alami. Pemanis ini dapat diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren. Selain itu, zat pemanis alami dapat pula
diperoleh dari buahbuahan dan madu. Zat pemanis alami berfungsi juga sebagai sumber energi. Jika kita mengonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kita akan mengalami risiko kegemukan. Orang-orang yang sudah gemuk badannya sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami terlalu tinggi.

Zat pemanis buatan. Pemanis buatan tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki penyakit kencing manis (diabetesmelitus) biasanya mengkonsumsi pemanis sintetik sebagai pengganti pemanis alami.

Contoh pemanis sintetik, yaitu sakarin natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat , aspartam, dan dulsin. Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami. Garam-garam siklamat memiliki kemanisan 30 kali lebih tinggi dibandingkan kemanisan sukrosa. Namun, kemanisan garam natrium dan kalsium dari sakarin memiliki kemanisan 800 kali dibandingkan dengan kemanisan sukrosa 10%. Walaupun pemanis buatan memiliki kelebihan dibandingkan pemanis alami, kita perlu Menghindari konsumsi yang berlebihan karena dapat memberikan efek samping bagi kesehatan.

Misalnya, penggunaan sakarin yang berlebihan selain akan menyebabkan rasa makanan terasa pahit juga merangsang terjadinya tumor pada bagian kandung kemih. Contoh lain, garam-garam siklamat pada proses metabolisme dalam tubuh dapat menghasilkan senyawa sikloheksamina yang bersifat karsinogenik (senyawa yang dapat menimbulkan penyakit kanker). Garam siklamat juga dapat memberikan efek samping berupa gangguan pada sistem pencernaan terutama pada pembentukan zat dalam sel.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
I. Pengenalan Bahan
a. Pisang
Pisang merupakan buah yang sangat mudah ditemukan, pisang juga mempunyai banyak sekali mangaat bagi tubuh. Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram. Kadar pisang mencapai 2 mg per 100 gram dan seng 0,8 mg. Kanfungan vitamin pisang sangat tinggi, terutama pro vitamin A, yaitu betakaroten sebesar 45mg / 100 gram berat kering, pisang juga mengandung vitamin B yaitu tiamin, fiboflavin, niasin, dan vitamin B6 ( piridoxin ) pisang juga kaya akan mineral yaitu kalium, magnesium, fosfe, besi dan kalsium.
b. Tepung Terigu
Terigu yang digunakan adalah terigu harf wheat ( protein tinggi ) seperti halnya tepung cakra. Pembuatannya menggunakan terigu karena terigu mengandung protein tertinggi yang didalamnya terfapat glutenin dan gleadin yang dapat membuat adonan menjadi mengembang.
Dimana tepung yang digunakan adalah hard wheat,
karena mengandung :
• Albumin dan globulin yang larut dalam air
• Glutenin dan gleadin yang jika ditambahkan air maka akan menjadi ( gluaten) elastisitas.
c. Gula Pasir
Pada pembuatan Banana Cake gula berfungsi untuk melembutkan atau mengembangkan susunan sel cake. Dan juga sebagai penambah cita rasa.
d. Susu
Sama halnya dengan gula, susu juga sebagai penambah cita rasa, selain itu untuk menambah kandungan gizi.
e. Telur
Pada pembuatan Banana Cake, telur sebagai bahan pencair karena adonan tigak menggunakan air. Selain itu sebagai bahan pengembang dan juga untuk menambah nilai gizi.
f. Margarin / mentega, baking powder dan TBM
Hampir setiap adonan tepung terigu pasti ditambahkan dengan mentega, dimana mentega berfungsi untuk mencairkan, dan membentuk adonan. Sedangkan baking powder sebagai bahan pengembang. TBM merupakan emulsifier yang berfungsi sebagai pengemulsi.

II. Pengenalan Produk
Bolu pisang atau Banana Cake merupakan sebuah produk cake yang dikombinasikan dengan pisang sehingga diperoleh rsa yang bervariasi. Produk ini memiliki tekstur yang empuk dan rsa yang manis ditambah aroma khas pisang.

B. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam usaha ini adalah :
1. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yabf diperoleh selama pendidikan
2. Mampu menerapkan jiwa kewirausahaan
3. Menganekaragamkan produk yang ada dipasaran
4. Mengembangkan produk baru

C. Landasan
Kebijaksanaan pemerintah yang melandasi pelaksanaan tugas akhir adalah :
1. Berdasarkan surat edaran direktur DIKDASMEN No. 6481/C/MM/2002, tanggal 11 Desember 2002, tentang rambu-rambu penyelenggaraan Project Work (tugas akhir) pada SMK bidang keahlian pertanian.
2. Surat kepala sekolah No. 421.7/647/2007 tentang pembimbingan dan penilaian tugas akhir.

D. Keunggulan dan fungsi produk
Produk banana cake ini memiliki keunggulan yaitu teksturnya yang empuk dan rasa yang manis dan aromanya yang khas pisang sehingga tidak memberikan kejenuhan saat dikonsumsi. Produk ini sangat cocok untuk disajikan saat sarapan keluarga / teman diiringi minum teh.

I. PELAKSANAAN
A. Waktu dan tempat pelaksanaan
a. Waktu Pelaksanaan
b. Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan project work di lingkungan laboraturium PHP III dan IV SMK N 1 Temanggung.
B. Target yang ingin dicapai
Target yang ingin dicapai yaitu memproduksi 6 kg terigu untuk satu hari produksi.
C. Teknik Pengolahan
1. Bahan
Persyaratan bahan baku dan bahan bantu
No. Nama Bahan ,Spesifikasi, Satuan Jumlah
1. Terigu Putih, halus, kering, bersih atau bebas dari kontaminan 6 kg
2. Baking powder Kering, halus, bebas dari kontaminan 0,12 kg
3. Susu bubuk Kering, halus, bebas dari kontaminan 0,6 kg
4. Gula halus Bersih, bebas dari kontaminan, manis 6 kg
5. Margarin Padat, belum tengik, bebas dari kontaminan 6 kg
6. Telur Baik, masih utuh 5 kg
7. TBM Kering, halus, tidak terdapat kotoran
8. Pisang ambon Segar, tua optimum, tidak terdapat kotoran 40 buah

2. Fasilitas / Peralatan
Persyaratan peralatan
No. Nama alat, Spesifikasi, Satuan jumlah
1. Pisau Tajam, bersih, tidak berkarat, stainless steel 2 pcs
2. Cetakan bolu Bersih, normal, tidak berkarat, stainless steel 4 pcs
3. Panci tidak berkarat, stainless steel, bersih, tidak bocor 4 pcs
4. Ayakan Bersih, bebas dari kotoran, normal 2 pcs
5. Timbangan Normal, bersih 1 pcs
6. Mixer Normal, bersih, berfungsi dengan baik 1 pcs
7. Kompor Bahan bakar dari gas 1 pcs
8. Oven Baik, bersih, berfungsi dengan normal 1 pcs
9. Spatula Baik, bersih 2 pcs
10. Blander Normal, bersih, berfungsi dengan baik 1 pcs

3. SOP ( Standar Operasional Prosedur )
No. Tahapan Hasil
1. Mengoleskan margarin dibagian dalam cetakan dan menaburi tepung terigu diatasnya Olesan margarin dan taruran terigu merata
2. Mencampurkan terigu, susu bubuk cream, dan baking powder Campuran merata
3. Mengocok telur dan gula Sampai putih
4. Penambahan TBM dan dikocok kembali Sampai mengembang
5. Menghaluskan pisang Pisang halus
6. Mencampurkan pisang yang sugah dihaluskan dengan adonan Tercampur rata
7. Memasukan margarin cair Tercampur merata
8. Menuangkan adonan kedalam cetakan Tidak tercecer
9. Panggang dengan menggunakan oven Matang, tidak gosong

D. Spesifikasi Produk
1. Sifat dan jenis produk
• Tekstur : Empuk
• Rasa : Manis, Gurih
• Kenampakan : Menarik
• Aroma : Khas pisang
2. Bentuk Produk
Bentuk dari produk banana cake adalah berbentuk seperti kue basah.

E. Pengendalian Mutu
1. Raw Material
Pengendalian dan pengawasan mutu raw material banana cake dilakukan terhadap pisang dan tepung terigu. Untuk pisang yang digunakan harus pisang ambon yang masak optimum, tidak ada cacat dan kelainan. Sedangkan untuk tepung terigu yang digunakan yaitu tepung yang berprotein tinggi ( hard wheat ) misalnya tepung cakra. Pembuatannya menggunakan terigukarena terigu mengandung protein tertinggi yang didalamnya terdapat glutenin dan gleadin yang dapat membuat pengolahan menjadi mengembang atau berbentuk gluden.
2. Processing
Pengendalian dan pengawasan mutu selama proses meliputi :
a. Mixing I
Campurkan terigu, susu bubuk cream dam baking powder hingga tercampur rata.
b. Mixing II
Kocok telur dan gula sampai putih dengan mixer. Kemudian tambahkan TBM, kocok sampai mengembang dan tambahkan pisang yang sudah dihaluskan. Pencampuran bahan-bahan ini harus merata.
c. Mixing III
Campukan adonan Mixing I dengan adonan mixing II sampai tercampur rata.
d. Pengovenan
Pengovenan dilakukan dengan api sedang suhu 85° C selama 20 menit, panggang sampai matang ( permukaan berwarna coklat kekuningan ).
3. Finish good
Pengendalian dan pengawasan mutu terhadap hasil akhir yaitu Banana Cake yang dihasilkan berwarna kuning kecoklatan, tidak gosong dan mengembang. Untuk pengemasannya, produk dikemas dakam plastik atau mika.

F. Penanganaan limbah
1. Limbah Padat
a. Cangkang telur
Penanganaan limbah : dibuang dalam TPA organik
b. Plastik sisa bungkus bahan
Penanganaan limbah : dibuang dalam TPA anorganik

2. Limbah cair
a. Sisa cucian bahan
Penanganaan limbah : dibuang lewat saluran dan ditampung dalam tampungan tertutup.
b. Sisa cucian alat
Penanganaan limbah : dibuang lewat saluran dan ditampung dalam tampungan tertutup.

G. Pemasaran
1. Pangsa pasar
Produk Banana Cake diproduksi dan dipasarkan didaerah Temanggung dan sekitarnya.
2. Strategi pemasaran
Produk dipasarkan dengan cara disetorkan atau dititipkan ketoko-toko.
3. Jaminan pasar
Produk ini dapat di konsumsi mulai dari anak-anak sampai orang dewasa dan olek semua golongan masyarakat, karena harganya yang terjangkau.

produk yang dikeluarkan oleh PT. TIRTA YAKIN SEJAHTERA adalah

1.produk gallon 19 liter

-AMSIL

-OXSIL

2.Produk botol 1500 ml

-AMSIL

3.produk botol 600 ml

-AMSIL

4.produk botol 330 ml

-AMSIL

-OXSIL

5.produk cup

-AMSIL

 

Sasaran pemasaran.

produk dipasarkan didaerah lokal yaitu di sekitar jawa timur dan jawa tengah.

Kepedulian terhadap lingkungan

Posted: Desember 7, 2010 in Uncategorized

Rekrut Tenaga kerja

perekrutan tenaga kerja yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan merekrut  masyarakat sekitar perusahaan, sebagai kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar, selain itu juga sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat tersebut.

Penanganan limbah

limbah pabrik ditangani dengan benar agar tidak mengontaminasi lingkungan sekitar, penanganannya sebagai berikut

Setiap hasil produksi disamping dihasilkan produk jadi juga menghasilkan limbah. Limbah merupakan sisa hasil produksi baik berupa bahan cair maupun padat.
Limbah yang dihasilkan antara lain :
1.    Limbah padat, berupa
§    Karton bekas, karton ini dijual kiloan ketukang loak
§    Cup dari penghancuran rijek produksi, dihancurkan dengan cruser dan dijadikan bahan campuran pembuatan cup ( avalan )
§    Botol dari rijek produksi, dijual kiloan karena bila dibuat avalan tidak akan menyatu ( tercampur rata ) dengan bahan cup. Sedangkan untuk pembuatan botol tidak menggunakan campuran avalan.
§    Sisa lid dari ruang filling, Sisa label dan seal juga ikut dijual kiloan

2.    Limbah cair berupa:
Limbah cair dihasilkan dari sisa pencucian dan sanitasi gallon yang berupa air detergent, sisa bahan kimia seperti XY-12 Chlorin, Vortexx. Limbah cair ini sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi tapi berbahaya bila langgsung dibebaska ke alam, maka sebelumnya harus dilakukan penanganan terlebih dahulu. Caranya dinetralkan yaitu dengan pengenceran.

pengabdian masyarakat.

dalam event tertentu perusahaan memberikan atau membagikan bantuan bagi masyarakat sekitar.

SISTEM PEMASARAN

Posted: Desember 7, 2010 in Uncategorized

Distribusi merupakan divisi yang menangani dan bertanggung jawab atas penerimaan produk jadi dari produksi , mengatur penyimpanan barang jadi dan menangani pendistribusian produk sampai ke pihak pemesan.
Tujuan dari adanya distribusi yaitu memastikan bahwa proses distribusi dan pengiriman produk kepada pelanggan dilaksanakan secara efektif baik jumlah, tipe maupun persyaratan lain yang ditetapkan konsumen, dalam rangka menjamin  kepuasan konsumen.
Ruang lingkupnya mencakup pelaksanaan dan monitoring distribusi atau pengiriman produk pada pelanggan.
1.    Distribusi memiliki tanggug jawab dan wewenang sebagai berikut :
a.    Bertanggung jawab terhadap penyimpanan produk jadi di gudang.
b.    Pengambilan produk dipastikan secara FIFO ( First In First Out )
c.    Menentukan pemakaian sarana kendaraan.
d.    Mengusulkan perbaikan untuk menunjang kelancaran proses di bagiannya.
2.    Prosedur dan cara kerja distribusi.
Bagian distribusi memiliki prosedur dan cara kerja sebagai berikut :
a.    Gudang Barang Jadi
Prosedur dan cara kerja bagian gudang jadi :
§    Barang jadi dari produksi setalah di ACC petugas QC diterima bagian gudang jadi.
§    Administrasi gudang jadi menandatangani laboran produksi.
§    Produk jadi di tata sesuai jenis dan tanggal produk.
§    Laporan hasil produksi dimasukkan ke dalam laboran stock harian gudang jadi oleh administrasi gudang jadi dan distribusi.
b.    Distribusi
Prosedur dan cara kerja bagian distribusi :
§    Menerima order dari Marketing.
§    Menyiapkan armada sesuai dengan pesanan untuk yang belum ditentukan oleh bagian marketing dalam surat order ( SO ).
§    Membuat memo muat sesuai SO
§    Proses muat sesuai dengan memo muat yang diawasi oleh checker
§    Membuat laporan identifikasi jumlah muatan produk pada saat loading barang ke kendaraan dan mencocokkan dengan status inspeksi yang ada.
§    Membuat surat jalan berdasarkan surat order dan jumlah barang yang tercantum dalam laporan identifikasi jumlah muatan produk.
§    Semua aktifitas seharian dimasukkan dalam Form jadwal pengiriman.

penanganan QC

Posted: Desember 7, 2010 in Uncategorized

Analisa Mikrobiologi
Analisa mikrobiologi merupakan analisa baik bahan baku (air) maupun bahan kemas terhadap mikroorganisme patogen yang bersifat racun dan apabila dibiarkan berada dalam produk dapat memberi pengaruh buruk untuk kesehatan tubuh.Analisa mikrobiologi meliputi :
a.    Analisa TPC ( Total Plate Count )
Analisa ini merupakan analisa kuantitatif , yaitu menghitung jumlah koloni yang tumbuh. Media yang digunakan adalah Nutrient Agar Broth (NAB). Sample yamg diujikan antara lain wadah kosong, air pembilas, kualitas udara, dan produk jadi.
Pada air baku ( BT ), botol kosong, botol kosomg gallon, cup kosong, air pembilas, riser botol, rinser gallon, recycle water, dan produk jadi. Metode yang digunakan adalah metode tuang langsung. Sedangkan pada cap gallon, cap screw, dan lid menggunakan metode swab test. Pada analisa kualitas udara tidak menggunakan metode tuang maupun metode swab test, melainkan metode dengan meletakkan media yang sudah terdapat pada petridish dan diletakkan pada ruang filling dengan petridish terbuka.
Untuk sample yang berupa produk jadi botol dan gallon harus didiamkan selama 2 hari sebelum dilakukan analisa, dengan tujuan menghilangkan ozon. Apabila masih terdapat ozon, maka mikroba tidak dapat tumbuh.
Untuk sample Air Baku ( BT ) dan produk jadi dilakukan analisa TPC harian. Begitu juga pada wadah kosong, air pembilas, dan kualitas udara. Adapun yang analisa TPC mingguan ( produk setelah 5 hari ) yang dilakukan hanya pada produk jadi, sebab puncaknya mikroba akan tumbuh pesat pada waktu setelah 5 hari. Masa inkubasi untuk analisa ini adalah 24 jam.
b.    Analisa Coliform  ( E.Coli )
Analisa Coliform merupakan analisa kuantitatif yaitu dengan indikasi jika hasil analisa positif maka ditandai dengan bintik merah hati pada media dan bernilai negatif bila tidak terdapat bintik merah hati. Media yang digunakan adalah Violet Red Blue ( VRB ), dengan metode yang digunakan adalah metode filtrasi dengan sample yang diujikan adalah Air Baku, produk jadi dan air pembilas. Analisa ini dilakukan setiap hari sedangkan pada kualitas ruangan dilakukan anlisa E.Coli 1 minggu sekali tanpa metode filtrasi melainkan media dengan keadaan terbuka. Tujuan analisa E.Coli adalah untuk mengetahui ada tidaknya E.Coli  pada air. Dimana bakteri E.Coli penyebab penyakit diare. Masa inkubasi adalah 24 jam.
c.    Analisa Pseudomonas aeroginosa ( PA )
Analisa merupakan analisa kuantitatif, jika positif maka ditandai dengan koloni berwarna hijau-kebiruan pada membran, bernilai negatif jika ditandai warna pada membran. Media yang digunakan adalah Cetrimite Agar Base ( CAB ). Metode yang digunakan adalah metode filtrasi dengan sample yang diujikan adalah produk jadi botol, gallon, cup. Analisa ini dilakukan seminggu sekali. Masa inkubasi analisa ani adalah 24 jam.
d.    Analisa Salmonella
Analisa  Salmonella merupakan analisa kuantitatif , jika hasil analisa positif maka ditandai dengan bintik hitam yang menyerupai mata ikan pada membran. Media yang digunakan adalah Bismuth Sulfit Agar ( BSA ). Metode yang digunakan adalah metode filtrasi dengan titik sample produk jadi tidaknya bakteri Salmonella yang dapat mengganggu saluran pencernaan. Masa inkubasi untuk analisa ini adalah 3x24jam.
e.    Analisa Yeast dan Mold ( YM )
Analisa YM merupakan analisa kuantitatif dengan menghitung jumlah koloni yang tumbuh. Media yang digunakan adalah Potato Dextro Agar (PDA). Metode yang digunakan adalah metode filtrasi dengan sample yang diujikan adalah produk jadi (botol,cup dan gallon) dan wadah kosong (botol kosong, botol gallon kosong dan cup kosong), sedangkan pada cap gallon, cap srew, dan lid dari ruang filling dilakukan dengan metode swab test. Untuk kualitas udara ruangan dengan membiarkan media diruangan dengan terbuka. Masa inkubasi analisa ini adalah 2×24 jam.

QUALITY CONTROL Luar/Line

QC luar mempunyai peranan penting sebagai pengontrol mulai dari bahan, proses produksi hingga menjada produk dalam kemasan. QC luar juga mempunyai wewenang menghentikan produksi apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada hasil produksi yang tidak sesuai dengan standart mutu yang telah ditentukan. Hal ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan sesuai standart dan dapat diterima oleh konsumen.

Analisa Water Treatment
Air yang diperoleh dari sumur akan disalurkan melalui pipa ke dalam sebuah tangki penampung yang disebut Raw Water Tank. Dari penampung akan dilakukan penyaringan, kemudian melalui proses ozonisai dan ditampung kembali pada Buffer Tank. Pada tiap-tiap proses, akan mengalami perubahan-perubahan fisika maupun kimia, selain dilikukan analisa mikro, juga dilakukan analisa fisika kimia. Analisa ini bertujuan untuk mempertahankan mutu bahan/air baku dan mengetahui penyimpangan-penyimpanganyang terjadi sehingga dapat segera diketahui.

Uji Bau,Rasa, Warna
Pengujian bau, rasa dan warna dilakukan secara organoleptis yaitu dengan panca indera, anatara lain indera pembau, indera perasa (pengecap) dan indera penglihatan. Pengujian ini dilakukan tiap 1 jam sekali pada tiap shift. Tujuannya bila terdapat penyimpangan dapat segera diketahui dan produksi dapat segera dihentikan, sehingga tidak banyak produk yang terbuang sia-sia

Turbidity
Turbidity adalah uji kekeruhan dengan satuan NTU (nepeople turbidity unit). Alat yang dligunakan adalah turbiditimeter. Alat ini bekerja berdasarkan pancaran cahaya yang dapat ditembus dalam media air.

Test pH ( Keasaman )
Air yang normal mempunyai pH netral, atau antara 6,5-8,5 untuk standar AMDK. Bila pH air kurang atau berlebih maka perlu dilakukan penetralan. Pengujian pH menggunakan pH meter. Pengujian dilakukan tiap awal shift dan setelah 3 jam sekali.

Conductivity Dan TDS ( Total Dissolve Solid )
Conductivity merupakan pengujian untuk mengetahui kemampuan air menghantarkan listrik. Dalam air terdapat ion-ion yang dapat menghantarkan listrik, maksimal jumlah ion yang ada dalam air adalah 300 ms.

Sedimentasi
Merupakan pengujian untuk mengetahui ada tidaknya kotoran dalam air. Kotoran tersebut berupa serat, kerikil, tanah, lumpur, akar-akar tanaman. Analisa sedimen meliputi rinse water, buffer tank dan produk. Analisa menggunakan filter holder yang digerakan dengan motor listrik, yang kotoranya akan ditampung oleh membran filter.

Test ozon
Ozon yang telah dicampurkan ke air harus ditentukan jumlahnya, sebelum dialirkan kepipa ruang filling. Ozon yang dicampurkan pada air bila terlalu banyak akan menjadi racun atau meracuni produk dan menimbulkan rasa yang pahit pada produk. Ozon yang terlalu besar juga akan menggangu kerja dari operator mesin, walaupun sudah memakai kelengkapan kerja, ozon masih dapat terhirup.

Uji Nitrit ( NO2 )
Nitrit (NO2) merupakan suatu senyawa yang dapat mencemari dari produk bila tercampur dengan bahan. Uji nitrit merupakan pengujian untuk mengetahui cemaran ( mikroorganisme ).

Uji Iron ( Fe )
Merupakan pengujian untuk mengetahui kadar Fe dalam air, dengan satuan ppm. Metode pengujianya adalah colourimeter. Reagenn yang dipakai adalah Fe-AN. Frekuensi pengujianya adalah sehari sekali.

Uji Tekan
Uji tekan merupakan pengujian untuk mengetahui daya lekat Lid pada bibir cup. Pengujianya menggunakan pressure electric yang bekerja secara otomatis.

Drop Test
Merupakan uji ketahanan pada produk cup terhadap tenaga mekanis, seperti benturan.

Menghitung konsentrsi detergent
% detergent = ( N HCl x V titrasi ) x 100 %
Frekuensi pengujian tiap 2 jam sekali.

 

ANALISA KEMASAN ( QC KEMASAN )

Analisa kemasan merupakan analisa yang dilakukan terhadap benda-benda yang digunakan sebagai wadah atau kemasan. Kemasan dibagi menjadi 2 yaitu kemasan primer dan kemasan sekunder. Kemasan primer adalah kemasan yang kontak langsung dengan bahan baku, meliputi botol, cup, lid, cap screw, botol 5 gallon 19 liter, cap botol 5 gallon. Kemasan sekunder adalah kemasan yang tidak kontak langsung dengan bahan baku, meliputi karton ( box ), label, dan seal.

Cleaning dan Sanitasi ( QC Sanitasi )
Cleaning dan sanitasi merupakan suatu tindakan atau usaha untuk meminimalis pertumbuhan mikroba dalam ruang filling dan alat produksi sehingga ruang dan alat tetap terjaga kebesihannya dan kesterilannya. Peralatan yang digunakan untuk cleaning dan sanitasi adalah sikat plastik, sikat logam, kertas gosok halus, timba plastik, lap kain, sikat kecil, ( sikat gigi ). Bahan kimia yang digunakan adalah horolith, XY-12, vortex, asepto, teepol, drathon 16. Cleaning dan sanitasi dilakukan oleh crew Qc sanitasi dengan menggunakan peralatan lengkap yaitu masker, tutup kepala ( hairnet ), sepatu karet dan sarung tangan.

Penanganan limbah

Posted: Desember 7, 2010 in Uncategorized

Setiap hasil produksi disamping dihasilkan produk jadi juga menghasilkan limbah. Limbah merupakan sisa hasil produksi baik berupa bahan cair maupun padat.
Limbah yang dihasilkan antara lain :
1.    Limbah padat, berupa
§    Karton bekas, karton ini dijual kiloan ketukang loak
§    Cup dari penghancuran rijek produksi, dihancurkan dengan cruser dan dijadikan bahan campuran pembuatan cup ( avalan )
§    Botol dari rijek produksi, dijual kiloan karena bila dibuat avalan tidak akan menyatu ( tercampur rata ) dengan bahan cup. Sedangkan untuk pembuatan botol tidak menggunakan campuran avalan.
§    Sisa lid dari ruang filling, Sisa label dan seal juga ikut dijual kiloan

2.    Limbah cair berupa:
Limbah cair dihasilkan dari sisa pencucian dan sanitasi gallon yang berupa air detergent, sisa bahan kimia seperti XY-12 Chlorin, Vortexx. Limbah cair ini sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi tapi berbahaya bila langgsung dibebaska ke alam, maka sebelumnya harus dilakukan penanganan terlebih dahulu. Caranya dinetralkan yaitu dengan pengenceran.